Sedikit Sisipan

Kadang aku bertanya… “kapan aku harus berhenti berjalan?”

Hmm… banyak hal-hal yang telah kulewati. Orang-orang tercinta pun satu persatu pergi…ayah, ibu,…tak ada kata pamit, atau izin…karena memang izin itu mutlak kuasaNya…

Kematian itu dekat kawan… coba berikan satu alasan dirimu bisa lepas darinya…

Jika kau mampu tentunya, dan aku yakin kau tak mampu…sebagaimana diriku

Karena memang kita tak usah mempertanyakan…

Hanya terus berjalan…

Pada akhirnya langkahku kan terhenti

Meski aku tak ingin…

4 Responses to “Sedikit Sisipan”


  1. 1 saliem87 May 8, 2009 at 7:08 am

    mau tidak mau kita pasti akan mendatangi yang namanya kematian.
    Sebagian ulama salaf pernah mengeluhkan bahwa sedikitnya bekal sedang perjalanan begitu panjang.
    Ya, kehidupan dunia itu sebentar.Marilah kita mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya…

  2. 2 rochmatsalim May 8, 2009 at 2:22 pm

    Kunjungan balasan…
    Mas Engkau tak kan pernah berhenti berjalan, meski kaki telah lumat oleh tanah, meski mata memandang kegelapan bumi, meski mulut tersumbat kapas kematian, meski tubuh luluh dalam belaian bumi…

    “Aku lebih dekat kepadamu, daripada kamu ke urat lehermu sendiri”

    Tolong di kaji:
    “Ngantuk” beda dengan “Mantuk”, maka “Ngati-ati” harusnya menjadi “Mati-Mati” dalam hidup ? Bandingkan dengan “Ilaihi Rojiuun”…

  3. 3 azna May 18, 2009 at 8:52 am

    S.E.M.A.N.G.A.T!!!!!

  4. 4 analogGuy May 22, 2009 at 1:19 am

    nice masyaAllah, contemplative..

    “contemplative?” what is it? :-P


Leave a Reply





"Assalamu'alaikum...Mari berbagi, dengan saya yang sederhana. Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban...singgah dulu ya...


Blog Juga Hasil Karya Cipta Lho

Blog Community

Suarakan Blogmu!

Wishnu Erlangga's Facebook profile