Aku Kepada Kawanku

Jangan kau bersedih kawan…pandang mereka orang-orang pasar, puluhan kilo punggung mereka mengangkat beban, hanya disaat engkau terlelap dalam malam…

Jangan kau menangis kawan, hanya karena hidupmu yang kau rasa sempit dan sunyi…pandang nenek di seberang jalan, ia sudah berada di pasar jam dua pagi tiap hari..hanya untuk memungut sayuran yang jatuh dari truk yang ia jual tidak lebih dari lima ribu tiap harinya…

Mari berdiri, engkau masih memilki kaki…dan engkau mampu untuk itu…

Pegang tanganku…mari kita berlari, jalan ini tidak semudah yang kau lihat kawan…

Ingatkan aku akan lubang-lubang di jalan kawan, mata yang kupunya tak mampu memandang sekaligus untuk menarikmu berlari…

Jadilah pohon yang tinggi menjulang… dan bersiaplah terhempas angin kencang…jika engkau takut terhempas angin kencang, jadilah rumput-rumput rendahan… dan bersiaplah untuk diinjak-injak dan bersanding dengan kotoran…

Sedikit Sisipan

Kadang aku bertanya… “kapan aku harus berhenti berjalan?”

Hmm… banyak hal-hal yang telah kulewati. Orang-orang tercinta pun satu persatu pergi…ayah, ibu,…tak ada kata pamit, atau izin…karena memang izin itu mutlak kuasaNya…

Kematian itu dekat kawan… coba berikan satu alasan dirimu bisa lepas darinya…

Jika kau mampu tentunya, dan aku yakin kau tak mampu…sebagaimana diriku

Karena memang kita tak usah mempertanyakan…

Hanya terus berjalan…

Pada akhirnya langkahku kan terhenti

Meski aku tak ingin…

H-I-A-T-U-S

Hiatus…untuk waktu yang tak bisa diprediksi, saya yang sok sibuk, ditambah senin ini (6 April 2009) saya akan menjalani operasi tangan saya yang patah 2tahun lalu… Bukan buat ngambil pen, tapi buat repair sambungannya yang gak nyambung sempurna selama 2thun ini. Doakan saya kawan-kawan…

~#My Days of Adrenalin#~

mbing1

~|||Saat-saat menegangkan dari hidup…seingat saya|||~

Di Jogja
· 10 Juni 1989… saat paling menegangkan bagi saya, pertama kali mengenal dunia yang dingin, dan silau. Saat itu tidak ada yang dapat saya lakukan kecuali menangis dan menangis.

· Belajar naik sepeda umur 5tahun, pas pertama kali dilepas…tiba-tiba lupa yang namanya rem dan caranya belok, meluncur lurus ke arah selokan depan rumah dan nyebur dengan sebelumnya terantuk-antuk di tangga selokan. Alhamdulillah airnya jernih…

· Karena rasa GeeR teramat sangat melihat doggy tetangga lari kenceng yang saya kira mau ngejar saya(ternyata ngejar si empunya doggy yang naik motor) saya lari nyebrang jalan tanpa tengok kanan-kiri. Berhasil nabrak tetangga yang naik motor-yang nabrak saya, efek berlebih dari panic dan GeeR- luka-luka, pincang selama kurang lebih seminggu.

· Di sekolah pas SD, SD Ungaran 3 Jogja, mecahin kaca perpus waktu main bola. Takut mau pulang,bingung bilang apa sama Ibu di rumah soalnya disuruh ganti.

Di Bandung
· Berkali-kali masuk rumah disambut ular di garasi, di atas kulkas, di teras belakang, berrrr….. L takut. Mulai dari kobra, ular ijo, sampe yang ada tanduk kecilnya. Belakang rumah sungai Citarum, yang terkenal dengan ular-ularnya.

· Dapet kenalan doggy baru di komplek, yang gak jauh beda sama doggy di Jogja dulu. Cuma yang ini selalu ngejar tiap kali saya lewat depan rumah si empunya. Satu goresan panjang pernah mampir di pergelangan kaki kanan.

Di Pangkalan Bun( Kalimantan)
· Merasakan ketegangan kerusuhan Sampit, kota P.Bun bersebelahan sama Sampit. Waktu itu ada kabar orang Dayak mau nyerang kota saya juga. Sekolah diliburkan seminggu lebih, teman-teman SD banyak yang pindah keJawa. Cerita-cerita tentang kepala dipenggal, anak-anak dibantai, deelel…bikin hari-hari penuh ketegangan. Kota P.Bun jadi kota mati selama kerusuhan.

· Sisi lain kerusuhan, pernah diwawancarai sama wartawan SCTV di sekolah, waktu itu hanya ada dua murid yang masuk, saya salah satunya. So, kalo temen-temen pernah lihat di berita SCTV ada anak SD imut,cakep, cuma senyam-senyum pas ditanya…kemungkinan besar itu saya. :mrgreen:

· Waktu main sama temen deket hutan, ada bangunan tua. Dan pas saya ke belakang bangunan itu… seekor anaconda atau phyton (gak tau yang mana) seukuran paha orang dewasa baru melingkar dengan elegan, mengancam, kayaknya bernafsu makan juga. Alhamdulillah saya selamat…langsung kabur… Ukuran saya waktu itu (SD) sangat memungkinkan untuk jadi makan siang si ular.

Di Rembang
· Mercon a.k.a. petasan meledak di tangan pas dekat muka. Mercon segitiga buatan sendiri ini membuat saya gak bisa mendengar selama beberapa waktu, saya kira saya jadi tuli. Soalnya telinga ini rasanya suuaakit… alhamdulilllah pendengaran saya berangsur pulih…tapi agak terganggu sekarang, maaf buat temen-temen kalo saya berkali-kali tanya “Apaaa..???” tiap klai kalian ngomong, bukan kemauan saya…tapi onderdilnya tidak mendukung :mrgreen:

· Mengalami tabrakan yang indah dengan truk… waktu itu saya naik motor thunder 125, habis lihat tim Dampo Awang (PSIR) vs Persija… pas ujian akhir sekolah lagi…kelas XII… patah lengan kanan atas. Pingsan sempurna… langsung dibawa ke Solo…ke Orthopedi. Pennya masih ngendon di dalem tulang sampai sekarang. Ohh…waktu itu Helm BMC full face yang saya pakai pecah… luka-luka di sekujur tubuh,dagu saya bolong, alhamdulilllah udah dijahit…sekarang jenggotnya gak tumbuh subur… :-D Ada yang buat saya pengen ketawa kalo denger cerita dari bulek, jadi pas kecelakaan, bulek dikasih tahu tetangga… Bilangnya…” Angga kecelakaan numpak motor, tangane coklek, sikile coklek, sirahe gembuk!!!”…translation: “Angga kecelakaan naik motor, tangannya patah, kakinya patah, kepalanya empuk!!!”…
Gyahaha… kontan bulek nangis…panik, paklek langsung meluncur ke RS… Alhamdulillah gak separah itu… maafkan keponakanmu ini sudah membuatmu menangis bulek… :-D

· Alhamdulillah lulus peringkat 3 paralel se SMA…3 lulusan terbaik diminta maju ke panggung didampingi orangtua/wali. Tegang juga maju dihadapan ratusan pasang mata. Dan buleklah yang menemani saya maju… itung-itung bikin bangga setelah sebelumnya bikin nangis :mrgreen:

Di Jogja lagi
· Menjalani jam-jam USM STAN dengan rasa sakit teramat sangat… tangan yang patah ini sejatinya gak bisa dipakai apa-apa.keringat dingin mengucur deras selama ujian. 3jam di tempat ujian, yang terpikir hanya kapan bisa keluar ruang…

Di Semarang
· Penantian akan hasil USM STAN… jam-jam menegangkan, setelah sebelumnya ada kabar dari temen, dari SMA saya tahun ini cuma 1 orang yang lolos…tapi tiba-tiba ada sms dari temen dekat saya… “Ngga, selamat ya… kamu lolos..”…dan setelah dicek ke warnet…alhamdulillah….ternyata ada 2 orang lolos dari SMA saya tahun ini…dan saya salah satunya J …kurang lebih dua ribu dari 127.000 peserta yang lolos…

***Alhamdulillah… roger that…your task has been done akh Faris… :-D ***

Jump! Jump! Jump!

jump1

Bismillah…fiuuhh…judul yang aneh?? Biasa aja kali ya… yap…judul itu gak ada hubungannya sama postingan saya ini… Intinya, itu hanya luapan kegembiraan ata bergantinya header saya. Yap, header blog saya udah diganti, hasil klik-klik gak jelas make photoshop CS3, software favorit ;-) Jrengg..jreng… lahirlah header manis, keren, kayak yang punya aneh, gak jelas… Bergaya retro dikit (gak jelasnya banyak) tapi, ada kemungkinan header blog ini tergantikan juga…liat-liat perkembangan aja dulu. Hmmh…Udah deh, segitu aja dulu…makasih yang dah mampir ya… :-D

Dimana Amanah Itu Kau Letakkan?

Waktu itu hari Sabtu, entah tanggal berapa, kira-kira dua bulan yang lalu. Saya sama paman lagi perjalanan ke bogor naik mobil. Bertiga dimobil itu, saya, paman, sama supir. Tadinya rencana mau ke RS Harapan Kita buat ngecek penyakit saya yang gak jelas. Tapi karena paman ada janji sama koleganya di CItos(cilandak town square) dan jadwal pertemuan yang diperkirakan gak lama ternyata molor sampai isya, yah…akhirnya kita nginap aja di rumah di bogor. Pas perjalanan ini, kita makan di warung makan kakilima di daerah mana lupa…udah masuk bogor. Tiba-tiba ada seorang peminta-minta yang datang. Usianya mungkin sekitar 50an lah. Dengan pakaian yang lusuh, si bapak tadi mengulurkan tangannya ke kami…dan paman memberi isyarat pada saya untuk membiarkan si bapak tadi, tapi entah…akhirnya saya ambil uang seribuan di katong lalu saya berikan ke bapak tadi, dan si bapak tersenyum mengucapkan terimakasih. Setelah itu, paman saya menanyakan kenapa dikasih, bingung…saya diem aja. Terus paman bilang lagi kalo itu peminta harusnya bisa kerja, ya intinya dia hanya orang yang malas bekerja terus minta-minta. Silent mode:on…. Ohh…bingung juga dalam hati. Memang banyak juga yangmengatakan kalo banyak dari pengemis itu (terutama yang masih sehat) hanya orang yang malas kerja aja. Jadi ada yang menyarankan untuk tidak member uang pada pengemis biar dia mau berubah dan berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik. Terlepas dari semua itu, tidakkah sepatutnya jika kita memiliki kelapangan harta kita berikan pada mereka yang memang membutuhkannya. Ketika kita memberi pun, bukankah akan lebih selamat jika kita berprasangka baik terhadap mereka, bahwa mereka memang benar-benar membutuhkan. Apalagi melhat kondisi keuangan Negara kita yang marut-marut, dimana mencari pekerjaan bukanlah satu hal semudah membalik telapak tangan. Tidak terkecuali bapak-bapak yang saya temui di Bogor tadi, perlu diketahui aja, waktu itu udah sekitar jam 10 malam, dan baru hujan. Kita bayangkan lagi, seorang bapak-bapak, usia 50an(udah lumayan tua, pasnya gak tahu berapa), pas hujan-hujan, sendirian(ya iyalah, masa rame-rame, malak dum namanya), sekitar jam 10 malam minta-minta sedikit aja dari kelapangan harta yang kita punya. Masalah hati hanya Allah yang tahu, kita hanya bisa menghukumi apa yang tampak. Oh iya, tenyata… Bogor itu indah…hwehehe…jadi pengen punya rumah di Bogor…udaranya sejuk, gak terlalu dingin. Jadi, mudah-mudahan harta yang kita miliki tidak menjadi fitnah bagi kita, dan harus diingat, ada hak-hak bagi fakir miskin pada harta yang kita miliki.

Kota Tua

3089166612_330dc88ae0_m

Kayuh sepeda berlomba dengan peluh
Ini dinding kota tempat kita biasa berdua
kita bercerita tentang apa itu bijaksana…
November lalu, seakan rantai sepeda berderik penuh iri…
Aku mengenalmu…dengan tawa canda riang…

Kota ini telah bertambah tua sayang…
Hujan kala itu, tak bosan kiranya melapukkan sudut-sudut kota
Dan segaris pelangi tertinggal sebagai tanda

Ingatkah kau?

Dulu kita berteduh di sebuah toko tua
sejenak ku berharap…”Jangan Engkau hentikan hujan ini Ya Rabbi…”
Pantulan matamu bening…bercerita satu harap serupa

Roda ini terus berputar sayang…
begitu pula dengan kita

Mengayuh sepedaku kini tetap berpeluh
Dan sudut-sudut kota itu semakin lapuk
Derik rantai bercerita kembali

Dan November kini…aku kembali berteduh di sebuah toko tua

Kau tahu?
Ingatanku tertarik ke masa itu…
Saat sudut-sudut hujan itu…
Mengalunku pada satu harap sederhana
“Jangan Engkau hentikan hujan ini Ya Rabbi…”
Tanpa bening matamu kini

Next Page »



"Assalamu'alaikum...Mari berbagi, dengan saya yang sederhana. Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban...singgah dulu ya...


Blog Juga Hasil Karya Cipta Lho

Blog Community

Suarakan Blogmu!

Wishnu Erlangga's Facebook profile